Rabu, 25 Februari 2009
UJIAN AKHIR SMA NEGERI 3 PURANGI
Bel istirahat berbunyi, seluruh Siswa SMAN 3 PURANGI masing-masing keluar dari kelasnya, tetapi suasana di Kelas 3 IPS 2 agak berlainan dari kelas yang lain. Siswanya masih tinggal di dalam kelas. Rupanya ada pengarahan dari Wali Kelas mereka Pak Djunaidi. “ Anak-anakku semuanya, tidak lama lagi kita akan mengadakan Ujian Nasional dalam waktu dekat ini. Apakah kalian sudah siap menghadapi Ujian Nasional ini?”, Tanya Pak Djunaidi. Seorang siswa yang duduk paling belakang mengacungkan tangannya ke atas. Rupanya dia ingin bertanya. Namanya adalah Andis. “ Pak? Emangnya kapan akan diadakan Ujian Nasional?”, Tanya Andis. Pak Djuanaidi bangkit dari tempat duduknya kemudian berdiri di depan papan tulis. “ Menurut informasi yang saya dapat dari Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA), bahwa Ujian Akhir Nasional akan diadakan pada tanggal 20 April 2006”, Kata Pak Djunaidi. Dia juga memberikan informasi bahwa Untuk menghadapai Ujian Nasional, akan diadakan les pada sore hari. Les akan dimulai pada tanggal 2 Maret 2006. Pengarahan dari Pak Djuanaidi berlangsung selama 5 menit.
Setelah pengarahan yang disampaikan Pak Djuanaidi selesai, seluruh Murid kelas 3 IPS 2 berhamburan keluar dari kelasnya. Tetapi tidak dengan Adhy dan kawan-kawannya. Mereka membahas pengarahan yang disampaikan Pak Djunaidi tadi.
“ Menurut saya, les sore saja tidak cukup untuk menghadapi Ujian Nasional ini. Bagaimana kalau kita belajar kelompok?”, usul Adhy.
“ Saya sangat setuju dengan usul kamu Dhy. Kita harus benar-benar serius menghadapi Ujian nasional ini supaya pada waktu Ujian nanti kata akan mudah mengerjakan soal-soal Ujiannya”, kata Rahmat.
“ Kalau begitu, kapan kita akan mulai mengadakan belajar kelompok ini?”, tanya Onha.
“ Sebaiknya, kita jangan tiap hari belajar kelompok karna itu akan membuat otak kita terkuras habis. Gimana kalau tiap 3 kali seminggu?”, usul Yayat.
“ Kamu benar juga Yat, kalau kita belajar kelompok tiap hari, otak kita lama-lama akan lelah. Kan sudah ada les di sore harinya. Otak kita kan juga butuh istirahat”, kata Arfan.
“ Baiklah kalau begitu, belajar kelompok kita akan diadakan selama 3 kali seminggu pada malam hari dan akan di mulai besok lusa”, Kata Adhy.
“ Dimana tempatnya kita akan belajar kelompok Dhy?”, tanya Lulu.
“ Oh iya hampir lupa. Mengenai tempatnya, akan diadakan di rumah kita secara bergilir. Untuk permulaannya, biarlah di rumah saya dulu. Setelah itu rumah siapa yang akan kita tempati?”.
“ Maaf Dhy, bukannya saya tidak mau rumahku ditempati, masalahnya adalah rumahku itu terlalu jauh”, kata Marwis.
“ Memangnya rumah kamu dimana Wis?”, tanya Lulu.
“ Letaknya itu dekat perbatasan kota, kira-kira jaraknya 15 kilometer dari sekolah”.
“ Apa, 15 KM? rumah kamu jauh juga ya Wis”, kata Yayat.
“ Itu tidak masalah kawan, teman-teman yang lain kan punya kendaraan. Bukan begitu teman-teman?”, tanya Adhy.
“ Iya Wis. Teman-teman yang lain punya kendaraan, jadi mereka pasti akan datang semua. Kalau saya tidak perlu bawa kendaraan karena ada pacarku tercinta yang akan menemaniku. Iya kan Adhy sayang?”, tanya Lulu.
“ Husss….! jangan bicara sayang-sayangan disini! kan saya malu sama teman-teman yang lain. Saya pasti akan jemput kamu kok”.
“ Tidak usah malu Dhy! Kalian kan sudah pacaran cukup lama, apalagi kami semua sudah tahu dari dulu semenjak kelas 2. Nyesal aku tidak nembak kamu waktu kelas 1. Kamu sangat beruntung Lulu mempunyai pacar kayak adhy. Selain tampan, dia juga pintar dan baik hati”, kata Onha.
“ Curhat niye?”, kata Rahmat.
“ Sudah…. Sudah..! kenapa jadi bahas masalah itu sih? Lebih baik kita fokus pada kegiatan belajar kelompok kita ini!. Sesudah di rumah saya, kita lanjutkan di rumah Yayat kemudian di rumah Arfan lanjut ke Onha, Rahmat, Lulu, dan Marwis. Begitu seterusnya sampai tanggal 12 April. Nah pada pada tanggal tersebut sebaiknya di rumah Marwis, sekalian kita menginap dan refresing besoknya. Rumah Marwis kan dekat dengan pantai. Sekalian kita makan Ikan Bandeng di rumahnya Marwis. Gimana teman-teman? Apa kalian setuju?”.
“ SETUJUUUUUUUUUU………… kompak Onha, Yayat, Lulu, dan Arfan”.
“ Baiklah kalau begitu, nanti saya akan sediakan ikan bandeng yang segar-segar langsung dari empang saya”, kata Marwis.
“ Diskusi kita kali ini sampai di sini saja. 15 menit lagi bel masuk berbunyi, yang mau ke kantin untuk makan, silahkan pergi!”, kata Adhy.
“ Yuk kita ke kantin sayang? Saya sudah lapar nih”, ajak Lulu”. Sambil menarik tangan Adhy.
“ Ayo! Saya juga sudah lapar daritadi.”
Bel berbunyi pertanda jam istirahat sudah selesai dan pelajaran akan segera dimulai. pelajaran pertama adalah Akuntansi dan yang mengajar adalah Pak Asaf. Mata pelajaran ini adalah kesukaan Adhy. Dia sangat jago dalam pelajaran itu. Tidak heran apabila dia mendapat Nilai 9 di rapornya pada semester 1 kemarin. Kali ini dia harus mempertahankan nilainya itu dan mendapat rangking pertama kembali.
Jam sudah menunjukkan pukul 13:40, pertanda sebentar lagi bel pelajaran berakhir, sementara Pak Arsyad yang membawakan mata pelajaran kedua yaitu Tata Negara masih asyik membawakan materi. 5 menit kemudian bel berbunyi yang menandakan seluruh pelajaran di SMAN 3 PURANGI telah selesai dan anak-anak dari kelas lain berhamburan keluar kelas masing-masing.
“ Ingat ya teman-teman, besok lusa jam 19:30 kita kumpul di rumahku”, kata Adhy.
“ OK…………”, serempak mereka.
Malam itu di Rumah Adhy Nampak berbeda dari biasanya. Rumah yang selalu penuh dengan ketenangan, tetapi kali ini ada suara-suara yang gaduh. Rupanya, Adhy dan teman-temannya akan memulai belajar kelompoknya. Mereka agak ribut karna mempermasalahkan si Rahmat yang belum datang padahal Marwis yang rumahnya jauh sudah tiba daritadi di rumah Adhy.
“ Rahmat kemana ya? Dia sudah terlambat 15 menit nih. Apa kita langsung mulai saja belajar kelompoknya?”, kesal Onha.
“ Kita tunggu lima menit lagi. Mungkin dia ada urusan lain yang tiba-tiba yang perlu diselesaikan dengan cepat dan membutuhkan waktu yang cukup lama”, kata Adhy.
Sambil menunggu kedatangan Rahmat, mereka mempelajari sendiri buku-buku dan catatan yang mereka bawa.
“ Ini sih sudah lewat dari lima menit, kata Yayat sambil melihat jam tangannya. Bagaimana kalau kita mulai saja belajar kelompoknya. Dia pasti lupa kalau malam ini kita akan mulai belajar kelompok”.
“ Baiklah kalau begitu, kita mulai saja belajarnya”, kata adhy sambil mengambil buku yang dia letakkan di bawah meja. “ Untuk kali ini, pelajaran yang akan kita bahas adalah Ekonomi dan Akuntansi”.
Beberapa menit kemudian terdengar suara motor dari luar rumah Adhy. Ternyata suara motor itu adalah motor Rahmat. Ia baru saja tiba.
“ Kamu darimana saja sih, daritadi teman-teman yang lain sudah lama menunggu. Saya kira kamu lupa kalau malam ini kita akan memulai belajar kelompoknya”, kata Arfan.
“ Maaf ya teman-teman atas keterlambatan saya. Sewaktu saya di jalan menuju kesini, tiba-tiba di depan saya ada kecelakaan. Mobil truk dan motor seorang anak muda tabrakan. Sopir Mobil truk itu melarikan diri sementara suasana di jalanan itu lagi sepi. Karena kondisi anak muda itu dalam keadaan kritis, makanya saya bawa dia ke Rumah Sakit. Setiba di Rumah sakit, Dokter menyuruh saya menghubungi keluarganya. Hal itulah yang membuat saya terlambat datang kesini teman-teman”.
“ Oh begitu ya Mat. Kamu berhati mulia juga ya? Aku kira kamu lupa dengan belajar kelompok kita malam ini”, kata Onha.
“ Bagaimana keadaan Anak muda itu sekarang Mat?”, kata Adhy.
“ Dia sudah agak baikan dan keluarganya juga sudah datang”.
“ Karena Rahmat sudah datang, bagaimana kalau kita lanjutkan pelajarannya sekarang”, kata Adhy.
Setelah merasa belajar kelompok mereka sudah terlalu lama dan jam juga sudah menunjukkan jam 10 malam, akhirnya merekapun menghentikan kegiatan belajar kelompoknya. Tidak lupa mereka berdoa sebelum pulang ke Rumah masing-masing.
“ Teman-teman? Malam ini belajar kelompok kita lumayan sukses karena kalian sudah banyak mengerti tentang pelajaran yang kita bahas. Dipelajari terus ya?”, kata Adhy.
“ Terima kasih ya Adhy atas penjelasannya yang panjang lebar sehingga kami bisa sedikit-sedikit mengerti tentang Ekonomi dan akuntansi ini”, kata yayat.
“ Sama-sama kawan”. Lu? Kamu pulang sama Yayat saja ya? rumah kalian searah kan?. Kamu tidak keberatan kan Yat untuk ngantar Lulu?
“ Ngga kok Dhy. Ayo Lu saya antar sampai ke rumah kamu. Kalau perlu sampai ke dapur kamu sekalian. Siapa tahu masih ada sisa makan malam tadi. He.. He.. He..”, canda si Yayat.
“ Kamu itu Yat, yang dipikirkan makanan terus”, kata Lulu. Saya pulang dulu ya sayang, sampai ketemu di sekolah besok”.
“ Hati-hati di jalan ya? jangan ngebut-ngebut Yat!”, pinta adhy.
Sekitar 2 bulan lamanya mereka mengadakan belajar kelompok, dan kini hari terakhir mereka akan belajar kelompok di Rumah Marwis. Sabtu sorenya Adhy, Rahmat, Lulu, Yayat, Arfan, dan Onha berangkat ke rumah Marwis. Mereka akan menginap. Pagi harinya baru dimulai belajar kelompoknya sambil menunggu Ikan Bandeng dari empang Marwis.
Perjalanan ke Rumah Marwis cukup melelahkan juga karena harus menempuh jarak yang lumayan jauh, apalagi dengan mengendarai sepeda motor. Malam harinya mereka hanya berdiskusi tentang kemana akan melanjutkan sekolah mereka nantinya. Adhy ingin melanjutkannya dengan berkuliah di Universitas Negeri dan ingin mengambil jurusan Akuntansi. Teman-teman Adhy yang lainnya hanya menjawab seadanya. Ada yang berkata ingin menjadi polisi, bahkan Marwis berkata tidak akan kuliah dan hanya ingin membantu orang tuanya mengurus empang yang cukup banyak. Diskusi mereka cukup lama sampai-sampai tidak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Merekapun segera tidur supaya paginya bisa sehat dan bugar utuk melanjutkan belajar kelompok yamg terakhir.
Adzan subuh telah berkumandang yang menandakan bahwa kewajiban kepada sang Khalik harus segera ditunaikan. Mereka semua bangun dan ke kamar mandi untuk membasuh muka mereka serta mengambil Wudhu untuk mendirikan Shalat Subuh. Setelah mengambil wudhu, mereka berangkat ke Mesjid bersama-sama.
Sepulang dari mesjid, mereka tidak lupa untuk berolahraga agar tubuh mereka tetap fit sehingga bisa melaksanakan aktivitas nantinya. Mereka hanya jogging keliling-keliling Desa Marwis. Keringat telah bercucuran dan agak lelah sehingga mereka memutuskan untuk berhenti.
Jam sudah menujukkan pukul 7, merekapun sarapan pagi. Yayat sangat menikmati sarapan pagi itu karna menunya adalah menu favoritnya yaitu telur dadar dan nasi goreng. Sete;lah sarapan, mereka masih nyantai di teras rumah dan ditemani secangkitr teh panas yang di buat Ibu Marwis.
“ Teman-teman? Sekarang kita lanjutkan belajar kelompoknya yuk? Daritadi kita terus disuguhi makanan dan minuman terus. Kapan belajarnya kalau makan melulu yang dikerjakan”. Kata adhy.
“ Iya nih, daritadi kita makan dan minum terus. Ini sih kesukaan Si Yayat. Dia kan jago makan”. Ejek Onha. Anak-anak yang lainpun ketawa.
Belajar kelompok mereka untuk yang terakhir kalinya akan dimulai. Untuk kali ini mereka hanya akan mengerjakan soal-soal dari tahun-tahun sebelumnya. Soal-soal itu sudah dilengkapi dengan kunci jawaban yang didapatkan dari wali kelas mereka, Pak Djunaidi.
Dua jam lebih mereka mengerjakan soal-soal UAN tahun sebelumnya. Kini mereka akan mencocokkan jawaban mereka dengan kunci jawaban. Berdasarkan kunci jawaban dan jawaban mereka yang dicocokkan, ternyata rata-rata di atas 70 persen benar semua. Merekapun optimis bisa lulus sekolah pada tahun ini. Sementara dari dalam dalam dapur Ibu Marwis memanggil mereka untuk makan siang dengan lauk yang pasti enak yakni Ikan bandeng segar yang sudah dibakar dan digoreng.
“ Ibu kamu pandai masak ya Marwis? Semua makanan yang dibuat enak-enak semua. Nanti aku belajar masak sama ibu kamu ya Wis”, kata Onha yang semangat sekali ingin belajar masak.
“ Ntar deh aku Tanya sama Ibu saya apakah masih menerima Murid baru lagi”, canda Marwis.
“ Ibu kamu guru Tata Boga ya marwis?”, Tanya Arfan. Rupanya Arfan menanggapi serius perkataan Marwis tadi.
“ Ngga… saya Cuma bercanda kok”.
Merekapun makan dengan lahapnya dan menikmati hidangan yang tersedia di hadapan mereka yang begitu banyaknya. Ibu Marwis sengaja memasak Ikan bandeng yang begitu banyak karena bertepatan hari ini mereka memanen Empangnya. Ibu Marwis juga mengetahui bahwa Adhy sangat menyukai Ikan bandeng apalagi kalau ikan itu digoreng. Marwis yang memberitahu ibunya kalau Adhy sangat doyan dengan Ikan bandeng.
Sore harinya mereka pulang. Merekapun berpamitan kepada keluarga Marwis dan mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kebaikan mereka selama mereka tinggal di Rumahnya.
“ Kami pulang dulu ya Om, Tante? Terima kasih atas kebaikannya selama kami tinggal disini, terutama suguhan makanannya yang sangat banyak da enak-enak”, kata Adhy.
“ Sama-sama Nak. Lain kali, jalan-jalan kesini lagi ya?”, kata Ibu Marwis.
“ Tema-teman? Seminggu lagi kita akan Ujian Nasional. Saya Harap pada minggu tenang ini kita harus menjaga kesehatan kita supaya bisa mengikuti Ujian Nasional nantinya”, kata Adhy.
Satu minggu telah berlalu dan pada hari ini seluruh SMA se Indonesia akan mengadakan Ujian Nasional, tidak terkecuali dengan SMAN 3 PURANGI. Pagi-pagi sekali halaman SMAN 3 Purangi sudah dipenuhi oleh siswa-siswanya. Ujian akan dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dan pada hari ini yang akan diujiankan adalah mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
Bel berbunyi pertanda Ujian akan segera dimulai. Adhy dan teman-temannya masuk ke ruangannya masing-masing. Tiap kelas harus diisi sekitar 20 siswa agar kelas tidak terlalu padat. Merekapun dengan yakinnya masuk ke ruangan masing-masing untuk menghadapi soal-soal Ujian karena sekitar 2 bulan lebih mereka telah melaksanakan belajar kelompok dan ditambah dengan les pada sore harinya.
Ujian Nasional tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan hari ini adalah hari terakhir Ujian mereka. Mata pelajaran yang akan diujiankan adalah Ekonomi yang merupakan andalan Adhy. Satu setengah jam lamanya Ujian dilaksanakan dan akhirnya selesai juga.
“ Dhy? Gimana ujiannya? Apa kamu bisa menjawabnya?”, tanya Rahmat.
“ Alhamdulillah bisa Mat. Kita kan sudah belajar keras selama ini. Kamu sendiri bagaimana?”.
“ Alhamdulillah juga Dhy, saya bisa menjawab semuanya. Ini berkat kamu yang memberikan penjelasan yang selengkap-lengkapnya mengenai pelajaran ini”.
“ Teman-teman yang lain ada dimana? Daritadi saya tidak melihat mereka. Apa mereka sudah pulang semua?”, Tanya Adhy.
“ Saya juga tidak tahu mereka ada dimana sekarang. Tadi sih mereka duduk-duduk di halaman sana, tapi sewaktu saya ke kamar kecil dan waktu saya kembali, mereka sudah tidak ada”.
“ Mungkin mereka sudah pulang beneran. Ayo kita pulang juga”, ajak Adhy.
Baru beberapa langkah menuju ke tempat parkiran, tiba-tiba dari belakang ada yang menyiram Air ke arah Adhy. Merekapun serempak menyanyikan lagu selamat Ulang Tahun. Rupamnya hari ini adalah hari Ulang Tahun Adhy. Satu persatu mereka menjabat tangan Adhy dan sekali lagi mengucapkan selamat Ulang Tahun yang ke-17.
“ Selamat Ulang Tahun ya sayang. Semoga kamu tambah pintar, tambah cakep dan pastinya tambah sayamg sama saya. He.. He…He..”, kata Lulu.
“ Iya… Iya… makasih juga ya sayang, kamu masih ingat Hari Ulang Tahunku. Ini pasti ide kamu untuk nyiram aku pakai air kan?”.
“ Maaf deh sayang, aku kan mau ngasih kejutan buat kamu”.
“ Ok deh, permintaan maaf kamu diterima. Makasih juga ya teman-teman”, kata Adhy.
Seharian mereka bersuka ria merayakan Ulang Tahun Adhy dan berakhirnya Ujian mereka yang terakhir tadi. Kini mereka hanya menunggu pengumuman kelulusan. Mereka sangat yakin bisa lulus karena sudah berusaha keras selama ini.
Sebulan kemudian, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga yakni hari pengumuman mereka. Dengan seksama mereka mengamati pengumuman yang tertempel di majalah dinding, dan mencari nomor ujian dan nama mereka apakah ada atau tidak. Setelah dengan seksama mengamati keseluruhan kertas yang tertempel di Mading itu, akhirnya mereka bersorak gembira karena nama dan nomor ujiannya terdapat dalam pengumuman tersebut.
“ Akhirnya kita semua bisa lulus. Bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan-makan. Biar saya yang traktir, daripada mencoret-coret baju kita dan berkeliaran di jalanan”, kata Adhy.
“ Baiklah kawan-kawan kita semua berangkat. Saya juga sudah lapar karena tadi pagi tidak sarapan. Saya memikirkan pengumuman ini terus apakah saya lulus atau tidak, karena itu saya tidak sarapan, tetapi Alhamdulilah saya lulus juga”, kata Yayat.
Ketujuh sahabat itu berangkulan tangan menuju ke tempat makan dan dipikiran mereka sekarang adalah kemana akan melanjutkan sekolah.
posted by Musriadi @ 23.34  
0 Comments:

Posting Komentar

<< Home
 
 
about me
Foto Saya
Nama:
Lokasi: Palopo, Luwu Raya, Indonesia

Berjuanglah Untuk Meraih Cita-citamu.........

Udah Lewat
Archives
sutbok
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. Aenean viverra malesuada libero. Fusce ac quam.
judul

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. Aenean viverra malesuada libero. Fusce ac quam.

Links
Template by
Blogger Templates